![]() |
| Ilustrasi |
Olahraga merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk tetap menjaga tubuh dalam keadaan fit. Hal ini akan sangat berguna untuk kebugaran tubuh dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Kebanyakan masyarakat melakukan olahraga secara spontan bahkan sebagian besar tidak mengetahui apa manfaat dari gerakan olahraga yang dilakukannya. Olahraga memang memberikan kebugaran, namun tahukah anda bahwa olahraga juga bisa menimbulkan cedera jika dilakukan dengan cara yang salah. Untuk itu, kami memberikan beberapa tips untuk melakukan olahraga ringan yang benar. Berikut beberapa cara olahraga yang salah dan cara mengatasinya :
1. Waktu makan untuk olahraga
Kesalahan : Kebanyakan masyarakat salah dalam mempersiapkan nutrisi untuk olahraga, salah satunya waktu makan. Seringkali dilakukan 30 menit sebelum olahraga bahkan ada yang tidak sarapan saat berolahraga. Hal ini akan menyulitkan tubuh untuk melakukan metabolisme sabagai tenaga dalam berolahraga. Hal ini akan menyebabkan tubuh kelelahan bahkan terjadi penurunan kondisi (drop). Cara Mengatasinya : Para ahli menyarankan untuk memberikan asupan nutrisi 1-2 jam sebelum berolahraga dengan pola makan seimbang sesuai kebutuhan kalori per orang.
2. Peregangan leher
Kesalahan: Menempelkan dagu pada leher dalam latihan apapun akan menyebabkan rasa sakit pada leher. Melakukan gerakan peregangan leher ke belakang dengan keras akan menimbulkan cedera pada tulang leher. Cara mengatasinya: Menjaga dagu agar tidak menempel pada leher atau dada saat membungkuk dan lakukan gerakan peregangan leher secara perlahan baik memutar, ke samping, ke depan, dan belakang.
3. Peregangan kaki dan tangan
Kesalahan: Sambil membungkuk dan membiarkan seluruh tubuh menjuntai lurus ke bawah, sementara berat badan meraih jari-jari kaki untuk meregangkan paha belakang. Hal tersebut sama dengan menempatkan sekitar 600 pon tekanan pada tulang belakang atau pada wanita sekitar 140 pon. Berat badan seluruh tubuh mengikuti gaya gravitasi. Gaya gravitasi tersebut akan memusatkan beban pada bagian belakang, sehingga membebani tulang belakang. Melakukan peregangan seperti ini selama 30-60 detik dapat menyebabkan tulang belakang rentan untuk retak. Melakukan peregangan lutut dengan posisi di lantai dengan lutut ditekuk ke dalam dan telapak kaki berpaling ke luar menekan lutut, akan rentan terhadap cedera lutut. Cara mengatasinya: Duduklah dan meletakkan beban saat meraih jari-jari kaki. Peregangan yang sama persis dilakukan dari posisi duduk akan jauh lebih aman. Untuk peregangan yang lebih aman dengan tekanan pada lutut yang kurang dapat dilakukan dengan memutar lutut ke luar, sehingga menekan paha bagian dalam. Kemudian meraih jari-jari kaki untuk merasakan peregangan.
4. Sit up
Kesalahan: Hasil penelitian telah menemukan bahwa gaya latihan Pilates yang lebih berfokus menggunakan otot inti untuk menstabilkan tubuh akan lebih efektif dalam latihan daripada dengan membungkukkan atau menekuk tulang. Cara mengatasinya: Kombinasikan gerakan sit up dengan gerakan yang dapat menstabilkan latihan, seperti Pilates.
5. Push up
Kesalahan: Posisi tangan lebih lebar dari bahu ketika melakukan push up. Hal tersebut dapat menempatkan tekanan pada bagian depan bahu. Cara mengatasinya: Masuk ke posisi push up dengan pergelangan tangan secara langsung di bawah bahu. Gerakan push up yang benar tidak akan menyebabkan bahu terasa tegang.
6. Angkat beban
Kesalahan: Mengepakkan tangan terlalu tinggi saat mengangkat beban. Hal tersebut dapat menyebabkan tulang lengan atas membebani ruang tulang rawan. Selain itu, melengkungkan badan ke belakang sehingga tulang rusuk menonjol, hal tersebut dapat menyebabkan atau berisiko cedera bahu. Cara mengatasinya: Mengangkat beban dengan menjaga tulang rusuk ke bawah dan lutut sedikit ditekuk dan tidak terlalu tinggi.

Facebook
Twitter
Google+