![]() |
| Goa Gajah |
Goa Gajah adalah salah satu tempat wisata bersejarah yang sudah berumur cukup tua di Bali, tepatnya berada di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali. Letaknya tidak terlalu jauh dari Kota Denpasar, hanya sekitar 26 kilometer. Jarak tempuh dari Kota Denpasar sekitar 30-45 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor.
Goa Gajah adalah salah satu peninggalan bersejarah sekitar abad ke 1022 Masehi. Situs ini khas dengan ukiran, arca dan candinya. Di depan Goa kita bisa menemukan sebuah pelinggih yang menyimpan patung Ratu Brayut atau Hariti, menurut masyarakat sekitar bahwa Hariti adalah tokoh yang berkarakter jahat pada awalnya namun setelah belajar agama Budha sifat jahat berubah menjadi seorang penyayang anak, ini terbukti dengan adanya banyak patung anak pada pelinggih Hariti. Pada dinding goa sebelah kanan atas terdapat tulisan Dewa Negari yang berbunyi “Kumon” dan “Shy Wangsa” yang artinya belum dapat diketahui sampai sekarang.
Kompleks Goa Gajah terdiri atas dua bagian utama, yaitu bagian kompleks utara yang merupakan warisan ajaran Siwa terbukti dengan adanya Tri Lingga di dalam goa di ujung timur dan patung Ganesha di ujung barat. Kompleks sebelah selatan Goa Gajah yakni area Tukad Pangkung. Terdapat stupa Budha bersusun tiga belas dan stupa bercabang tiga yang dipahat di batu besar sampai saat ini hanya tersisa empat. Menurut penuturan petugas, hal ini disebabkan bencana alam gempa pada tahun 1917. Maka dari itu, kita wajib menjaga peninggalan ini agar tidak rusak lagi.
Di atas tukad pangkung di sebelah selatan berada komplek Pura Petapan dengan suasana alam yang sejuk dengan pepohonan yang masih rindang dan asri. Disini tersimpan arca Budha yang dipercaya keberdaannya sejak abad ke-9 merupakan salah satu bukti penyebaran agama Budha di Bali.
Goa Gajah sekilas terdengar seperti terdapar hewan Gajah di dalamnya, namun bukan demikian. Menurut penjelasan petugas bahwa pada kitab Negarakertagama, yang dikarang oleh Mpu Prapanca pada jaman pemerintahan Raja Hayam Wuruk di era Majapahit menyebutkan Lwa Gajah terletak di Desa Bedulu sebagai tempat bersemayamnya Sang Bodadyaksa. Juga disebutkan istilah Kunjarakunjapada yang berarti “asrama kunjara” dimana kunjara dalam bahasa Sansekerta berarti Gajah. Asrama ini merupakan asrama Rsi Agastya yang berlokasi di Mysore di India Selatan dimana jaman itu memang banyak hidup gajah liar di sekitar asrama tersebut. Dengan demikian Goa Gajah kemungkinan besar kenangan asrama kunjarapada yang ada di India yang dihadirkan kembali di Bali.

Facebook
Twitter
Google+