Mengenal Sosok I Gusti Ngurah Made Agung

I Gusti Ngurah Made Agung

I Gusti Ngurah Made Agung lahir di Puri Agung Denpasar, 5 April 1876. Beliau merupakan Putra I Gusti Gede Ngurah Pemecutan atau Ida Tjokorda Gde Ngurah Pemecutan yang merupakan Raja Badung V. Beliau adalah Raja Badung VII, yang dikenal sebagai seorang Raja Badung yang berani dan pantang menyerah membela kebenaran, keadilan dan negara. Beliau ikut turun langsung memimpin perlawanan rakyat Badung melawan agresi militer Belanda yang saat itu mendarat di Pabean Sanur, Denpasar Selatan. Perlawanan rakyat Badung ini dikenal sebagai Puputan Badung yang berlangsung selama 1902-1906.

I Gusti Ngurah Made Agung gugur dalam Perang Puputan Badung melawan pasukan Belanda, tanggal 20 September 1906 dan mendapat gelar kehormatan Ida Betara Tjokorda Mantuk Ring Rana yang artinya raja yang gugur di medan perang. Saat gugur, usianya masih 30 tahun dan berstatus lajang atau belum menikah. 

Selain seorang raja, I Gusti Ngurah Made Agung juga dikenal sebagai seorang sastrawan. Karya yang ditulisnya antara lain adalah Kidung Loda, Geguritan Dharma Sesana, Geguritan Nengah Jimbaran, Geguritan Niti Raja Sesana dan Geguritan Purwasengara.
Back To Top