![]() |
| Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma (RTWSD) |
Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma (RTWSD) adalah salah satu tempat wisata unik yang berada di Jalan Tegal Bingin, Banjar Tengkulak Tengah, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali. RTWSD berdiri sudah lama yaitu sejak tahun 1998. RTWSD ini sendiri mirip dengan konsep wisata museum.
RTWSD sampai saat ini sudah mengoleksi 1.300 topeng dan 5.700 wayang. Koleksi ribuan topeng dan wayang tersebut tidak hanya berasal dari daerah di Indonesia. RTWSD juga menjadi rumah bagi topeng dan wayang yang ada di luar negeri. Diantaranya topeng yang berasal dari Tiongkok, Jepang, Meksiko, Italia, Srilanka, Laos, Vietnam, serta negara-negara yang ada di Benua Afrika.
Mengunjungi RTWSD tidak sekadar hanya melihat ribuan topeng dan wayang yang terkumpul. Lebih dari itu, pengunjung bisa belajar banyak hal mengenai kedua benda tersebut. Diletakkan secara rapi dan terawat, setiap koleksi dilengkapi dengan narasi yang menejelaskan asal benda tersebut. Pengunjung juga dapat mengetahui berbagai bentuk ekspresi, warna, anatomi, ukuran, dan ornamen penghias dari topeng. Setiap topeng tersebut juga memiliki aura yang berbeda sesuai dengan apa yang menjadi lakonnya. Bentuk dan mimik topeng setiap daerah menampilkan karakter yang tak sama.
Topeng-topeng di Indonesia jika ditarikan itu terasa hidup. Seperti roh yang mempunyai jiwa. Yang marah akan kelihatan marah, yang senyum akan nampak senyum. Selain itu topeng memiliki daya tarik dari bahannya yang berbeda-beda sesuai dengan peran topeng tersebut, misalnya raja menggunakan bahan dari kayu apa atau patih dari kayu yang bagaimana, dan sebagainya. Berbicara tentang keberadaan topeng dan wayang memang sangat lekat hubungannya dengan sejarah budaya Indonesia. Oleh karena itu, RTWSD merupakan sebuah wadah yang tepat untuk mulai memaknai apa arti berkesenian dan berbudaya di tengah derasnya arus modernisasi yang masuk ke Indonesia, khususnya Bali.
RTWSD dibangun di atas lahan seluas satu seperempat hektar. Ada sembilan bangunan yang menjadi tempat dipajangnya topeng dan wayang. Suasana perpaduan budaya Jawa dan Bali sangat terasa di rumah ini. Bangunan dibuat dengan arsitektur joglo dan limasan. Sedangkan di sekeliling rumah dihias dengan taman yang indah, patung-patung khas Bali, dan beberapa bale bengong. Setiap bangunan berisi koleksi yang berbeda-beda. Topeng dan wayang tersebut ditempatkan sesuai dengan asal daerahnya. Hal tersebut akan membuat pengunjung lebih mudah mengetahui dari mana topeng dan wayang tersebut didatangkan.
RTWSD tidak hanya memiliki ribuan topeng dan wayang. Di rumah ini juga menyediakan beberapa fasilitas yang dapat digunakan oleh masyarakat umum untuk pagelaran kebudayaan. Ada sebuah open stage dengan pemandangan areal persawahan dan kapasitas penonton 500 orang. Fasilitas lainnya, terdapat wanitlan dan kafe. Kemudian ada satu gedung yang besar untuk pertunjukan seni semisal drama atau musik. Pertunjukan musik ini yang paling digemari karena bangunan terbuat dari kayu jati semua, dari lantai, dinding hingga plafon atas. Sehingga menurut seniman musik, bangunan ini bagus dan akustiknya sangat terjaga.
Dikelola secara swadaya, RTWSD menjadi tempat wisata budaya alternatif yang ada di Bali. Tidak hanya sebagai rumah dengan menunjukkan ribuan koleksi yang kaya akan nilai seni dan budaya, tetapi juga mengedukasi siapa saja yang berkunjung. Bertandang ke RTWSD tidak dipunguti biaya, namun pengunjung bisa memberikan donasi sukarela untuk pengelolaan tempat ini. Jam operasional dimulai pada pukul 08.00-16.00 Wita dan buka setiap hari.

Facebook
Twitter
Google+