![]() |
| Reproduksi Wanita |
Organ reproduksi adalah salah satu organ terpenting di dalam tubuh. Organ ini bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan atau proses reproduksi. Namun seringkali masyarakat umum enggan untuk memperhatikan kesehatan reproduksi sehingga menimbulkan berbagai gangguan reproduksi yang tentunya akan mengganggu proses reproduksi itu sendiri.
Gangguan reproduksi harus diwaspadai oleh setiap orang terutama pada wanita. Hal ini dikarenakan lubang pembuangan (anus) terlalu dekat dengan organ reproduksi bagian paling luar wanita (vagina). Penyakit pada reproduksi wanita bisa disebabkan oleh berbagai gangguan seperti infeksi virus, bakteri, genetik, atau memang terjadi disfungsi organ reproduksi yang disebabkan oleh hal-hal yang tidak terduga. Adapun hal-hal tidak terduga seperti makanan tidak sehat atau zat-zat kimia yang masuk ke dalam tubuh maupun cara membersihkan daerah kewanitaan yang tidak tepat.
Reproduksi wanita berhubungan langsung dengan proses terjadinya kehamilan, yang tentu lebih banyak terjadi pada organ reproduksi wanita. Beberapa penyakit dan gangguan yang sering terjadi pada reproduksi wanita adalah berupa kanker di wilayah genital, gangguan menstruasi, infeksi pada vagina, dan juga endometriosis. Berikut penjelasan penyakit atau gangguan reproduksi yang sering terjadi pada wanita :
Gangguan Menstruasi
Gangguan Menstruasi bisa berupa amenore sekunder atau amenore primer. Amenore sekunder ditandai dengan tidak terjadinya siklus menstruasi selama 3 - 6 bulan pada wanita yang sebelumnya telah mengalami siklus menstruasi. Sedangkan Amenore primer ditandai dengan gejala seorang wanita tidak mendapatkan siklus menstruasi untuk pertama kali saat usia 17 tahun dan diikuti gejala lain seperti tidak berkembangnya unsur seksual sekunder. Gangguan menstruasi amenore primer bisa menjadi indikasi wanita tersebut mandul, sehingga harus dikonsultasikan dengan dokter agar mendapatkan penanganan medis dengan segera.
Kanker pada wilayah Genital
Penyakit pada reproduksi wanita yang sering terjadi ini biasanya pada wilayah serviks, ovarium, dan vagina. Para ahli menduga penyebab kanker vagina adalah infeksi virus, dan bisa diobati dengan kemoterapi atau bedah menggunakan laser. Kanker serviks disebabkan karena adanya sel yang tumbuh secara abnormal di wilayah lapisan epitel mulut rahim. Kanker ovarium biasanya tidak menunjukkan tanda-tanda yang jelas, hanya sebatas keluhan rasa pegal luar biasa pada panggul, terjadi perubahan saluran pencernaan dan terjadinya pendarahan yang abnormal pada vagina. Untuk mengetahui dan mencegah kanker tersebut harus dilakukan pemeriksaan Skrining / Pap Smear secara rutin.
Gangguan Endometriosis
Penyakit Endometriosis adalah kondisi jaringan endometrium wanita berada di luar wilayah rahim namun berada di oviduk, ovarium, ataupun di jalur luar rahim wanita. Gejala penyakit Endometriosis yang paling umum adalah rasa nyeri pada bagian perut, pinggang yang sakit, serta rasa tidak nyaman saat menstruasi.
Infeksi Vagina
Penyakit ini menampakkan gejala antara lain keputihan berlebih dengan bau yang sangat menyengat dan disertai dengan rasa gatal. Infeksi ini biasanya menyerang wanita pada usia yang produktif khususnya bagi mereka yang telah memiliki pasangan dan aktif melakukan kegiatan seksual. Penyebab utamanya adalah infeksi dari berbagai kuman yang kemungkinan besar diperoleh dari hubungan seksual yang tidak sehat.
Penyempitan Oviduk
Oviduk (saluran telur) yang menyempit bisa disebabkan karena genetik atau karena kuman jenis tertentu. Penyempitan Oviduk menyebabkan sulitnya terjadi kehamilan pada wanita, karena jalan sperma menuju indung telur terhalangi.
Kemandulan (Infertilitas)
Kemandulan (infertilitas) pada wanita bisa disebabkan karena penyakit maupun gangguan pada organ reproduksi. Salah satu tanda paling mudah mengetahui gangguan kesehatan ini adalah terjadinya keterlambatan menstruasi atau bahkan tidak terjadi menstruasi sama sekali. Gangguan ini bisa diatasi dengan terapi makanan atau pengobatan dari dokter spesialis kandungan dan organ reproduksi.
Kanker Payudara
Kanker payudara tidak hanya terjadi pada wanita, bahkan pria juga mempunyai risiko kanker payudara. Namun memang wanita memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan pria. Hal tersebut dikarenakan jaringan lemak pada payudara wanita jauh lebih besar. Kanker payudara bisa menyerang wanita yang sudah menikah maupun belum menikah. Pencegahan kanker payudara bisa dilakukan dengan pola makan dan hidup sehat, serta hindari penggunaan Bra yang terlalu ketat atau sempit.
Mola Hidatidosa
Hamil anggur (Mola Hidatidosa) adalah kondisi wanita mengalami kehamilan (dilihat menggunakan USG) namun sebenarnya tidak ada janin yang tumbuh di dalam rahim. Bayangan mirip bayi tersebut hanya gelembung darah yang membeku bernama mola. Gangguan kesehatan ini bisa mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa, bahkan memicu pendarahan hingga kematian.
Tag :
Health

Facebook
Twitter
Google+