Taman Sukasada : Wisata Taman di Ujung Timur Pulau Bali

Taman Sukasada : Wisata Taman di Ujung Timur Pulau Bali
Taman Sukasada : Wisata Taman di Ujung Timur Pulau Bali

Berkunjung ke Bali, tidak terasa lengkap jika belum berkunjung ke ujung timur pulau Bali. Ada salah satu tempat wisata unik di ujung timur pulau Bali yaitu sebuah taman yang disebut Taman Sukasada atau lebih dikenal sebagai Taman Ujung. Taman Ujung adalah sebuah situs warisan dari kerajaan Karangasem yang mulai diminati wisatawan mancanegara.

Taman Sukasada atau Taman Ujung juga dijuluki “Water Palaes” (Bahasa Belanda, yang berarti Istana Air), karena dari kejauhan tampak air yang melimpah yang dihiasi dengan bangunan khas kerajaan. Tempat ini berada di wilayah Banjar Ujung, Desa Tumbu, Kabupaten Karangasem, Bali. Jaraknya sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Amlapura atau sekitar 85 km dari Denpasar yang menempuh dua jam perjalanan dengan menggunakan mobil melalui Jl. By Pass Ida Bagus Mantra.

Taman Sukasada dibangun oleh Raja Karangasem, I Gusti Bagus Jelantik yang bergelar Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Pada awalnya luasnya hampir 400 hektar, tetapi sekarang hanya tinggal sekitar 10 hektar. Kebanyakan tanah tersebut sudah dibagikan kepada masyarakat pada masa reformasi. Taman ini adalah milik pribadi keluarga Puri Karangasem, namun pengunjung umum diperbolehkan mengunjunginya.

Taman Sukasada dibangun tahun 1909 atas prakarsa Anak Agung Anglurah Karangasem. Arsiteknya adalah orang berkebangsaan Belanda bernama van Den Hentz dan orang berkebangsaan Cina bernama Loto Ang. Pembangunan ini juga melibatkan seorang undagi (arsitek adat Bali). Hal inilah yang membuat Taman Ujung menjadi perpaduan arsitektur gaya Eropa, Cina, dan Bali. Ciri khas yang menonjol dari arsitektur eropa adalah terdapat hiasan kaca berwarna-warni dan ini ditemukan di kamar peristirahatan raja yang menempel di dinding-dinding tembok bangunan itu. Ciri khas Cina terdapat pada bentuk bangunan dan ciri khas Bali terdapat pada ukiran-ukirannya.

Taman Ujung sebenarnya adalah pengembangan dari kolam Dirah yang telah dibangun tahun 1901. Pembangunan Taman Ujung selesai tahun 1921. Tahun 1937, Taman Sukasada diresmikan dengan sebuah prasasti marmer yang ditulisi naskah dalam aksara Latin dan aksara Bali dengan dua bahasa yakni bahasa Melayu dan bahasa Bali. Letusan Gunung Agung pada tahun 1963 sempat menghancurkan tempat ini dan semakin rusak akibat gempa bumi besar tahun 1979. Namun Puri Karangasem dan pemerintah telah melakukan pemugaran pada tempat ini.

Dalam area Taman Ujung terdapat beberapa bangunan dan kolam yang besar dan luas. Ada tiga buah pintu gerbang untuk menuju area taman, namun para wisatawan hanya bisa masuk melewati pintu gerbang yang ada di samping area parkir. Sedangkan untuk pintu gerbang utamanya berada pada ketinggian di sisi barat sebagaai entrance yang disebut dengan Bale Kapal (Bale berarti bangunan atau gedung). Menurut informasi dari penduduk setempat, dahulunya bangunan ini dibuat menyerupai sebuah kapal. Kini bangunan ini hanya terdiri atas pilar-pilar yang menjulang dan di setiap ujung pilar terhubung satu sama lain. Keunikan ini yang membuat area ini selalu menjadi favorit wisatawan untuk berfoto bahkan sering digunakan untuk keperluan foto pre-wedding. Selain itu, dari tempat ini anda juga bisa melihat keseluruhan dari area Taman Ujung, atau lebih tepatnya anda seperti melihat sebuah miniatur Taman Ujung. Selain itu, dari area ini pula anda dapat melihat laut lepas di sisi kanan dan pegunungan di sisi kiri.

Taman ini memiliki 2 buah kolam yang sama besarnya, dan sebuah kolam yang disebut dengan Kolam Dirah. Kolam yang berada di bagian selatan ini merupakan kolam pertama yang dibangun di Taman Ujung. Di tengah kolam I terdapat Bale Gili (sering disebut Bale Kambang yang berarti mengapung karena Bale ini tampak seperti mengapung) yang memiliki beberapa ruangan, ada ruang makan, ruang istirahat (kamar tidur) dan juga ruang anak-anak. Untuk menuju Bale Gili dihubungkan dengan dua buah jembatan di sisi utara dan selatan Bale. Sedangkan di tengah kolam II juga ada sebuah bale yang dihubungkan oleh sebuah jembatan yang mengarah ke barat. Selain itu, di sisi barat Bale Gili ada Bale Bundar dan juga Bale Tunjuk di sisi barat laut dari Bale Bundar.
Back To Top