![]() |
| Daging Ayam |
Makan adalah salah satu kebutuhan utama dalam hidup. Pilihan jenis makanan sangat banyak, dari mulai yang berbahan dari hewan hingga yang berbahan dari tumbuhan. Namun tidak semua jenis makanan memiliki kecukupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing orang. Kebutuhan gizi untuk tubuh dapat didapat melalui berbagai jenis makanan dan yang masih menjadi primadona adalah daging. Daging dipilih sebagai kudapan utama karena memiliki kecukupan gizi yang baik untuk tubuh. Selain itu, daging juga mudah ditemukan di pasaran terutama daging ayam.
Di Indonesia, daging ayam masih menjadi pilihan daging terpopuler. Daging ayam menempati peringkat pertama daging yang paling dicari di Indonesia. Oleh karena itu, di warung makan maupun restaurant kebanyakan menu-menu mereka terdapat kudapan utama dengan bahan daging ayam. Karena banyak dicari masyarakat, penjualan daging ayam di pasaran masih menjadi laris manis. Namun sayang sekali, hal ini dimanfaatkan oleh oknum penjual “nakal” yang tidak bertanggung jawab menjual daging ayam yang tidak layak konsumsi antara lain daging ayam tiren dan daging ayam berformalin. Bila dikonsumsi ayam tiren dan ayam berformalin akan menimbulkan berbagai penyakit seperti gangguan pencernaan, diare, gangguan fungsi hati, gangguan tumbuh kembang pada anak, dan timbulnya penyakit kronis seperti kanker.
Semoga saja para oknum penjual nakal tersebut dapat segera menyadari bahwa perbuatan mereka sangat tidak baik dan sangat merugikan konsumen karena daging ayam tersebut akan berbahaya bagi konsumen terutama bagi kesehatan. Untuk mengantisipasi praktik penjualan daging ayam tiren atau berformalin, pihak berwajib juga telah melakukan investigasi ke pasar-pasar dan berharap penjual nakal ini segera berhenti menjual daging ayam tiren atau berformalin. Jika tidak, bila ketahuan penjual tersebut akan segera ditindak secara hukum. Untuk mengantisipasi bila menemukan penjualan daging ayam tiren atau berformalin yaitu mengetahui ciri-ciri yang membedakan daging ayam tiren atau berformalin dengan daging ayam segar.
Berikut ciri-ciri yang membedakan daging ayam tiren atau berformalin dengan daging ayam segar :
Ciri-ciri daging ayam tiren :
- Dagingnya beraroma sangat amis atau kadang berbau obat.
- Dagingnya berwarna kebiru-biruan, pucat dan tidak segar.
- Pada leher potongan ayam terlihat tidak lebar.
- Bekas potongan terlihat pucat
- Tidak mulus seperti ayam potong ketika hidup.
- Kalau dipegang kulitnya licin dan mengkilat.
- Terdapat bercak-bercak darah pada bagian kepala atau leher ayam,
- Harganya lebih murah.
Ciri-ciri daging ayam berformalin :
- Jika dicium dagingnya akan berbau obat.
- Warna kulitnya lebih pucat dibanding daging ayam segar.
- Tidak rusak selama dua hari pada suhu kamar 25 derajat celsius.
- Pada bagian paha sampai kaki terlihat kaku.
- Tidak dikerumuni lalat atau lalat menjauh.
- Teksturnya sangat kencang.
Ciri-ciri daging ayam yang baik dan segar :
- Warna daging umumnya putih pucat.
- Serat daging halus.
- Konsistensi daging kurang padat
- Di antara serat daging tidak terdapat lemak
- Warna lemak kekuning-kuningan dengan konsistensi lunak
- Bau agak amis sampai tidak berbau.
Di atas adalah ciri-ciri yang membedakan daging ayam tiren atau berformalin dengan daging ayam segar. Oleh karena itu, masyarakat harus lebih memperhatikan kondisi daging ayam sebelum membelinya agar keinginan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga bisa terpenuhi dengan baik dan tidak merugikan kesehatan.
Tag :
Lifestyle

Facebook
Twitter
Google+