![]() |
| Ikat Pinggang |
Dalam dunia fashion, ikat pinggang juga memberikan nilai tersendiri bagi penggunanya. Khususnya kaum pria sering kali menganggap bahwa ikat pinggang tidak berpengaruh pada penilaian fashion secara keseluruhan. Kaum pria menganggap semua ikat pinggang pria itu sama padahal jelas sangat berbeda dari segi bentuk, warna, bahan, dan lain sebagainya. Selain itu, para pria beranggapan semua jenis ikat pinggang itu bisa digunakan pada semua gaya fashion. Padahal jika diperhatikan, bila memilih jenis ikat pinggang yang tidak sesuai gaya fashion akan memunculkan kesan kurang baik bahkan bisa dikatakan buruk atau tidak cocok. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui tentang ikat pinggang pria secara umum baik dari segi jenis, fungsi, maupun saat kapan harusnya digunakan :
- Perhatikan jenis ikat pinggang. Jenis ikat pinggang ada bermacam-macam contohnya jenis formal (dengan menekankan motif ringan dan halus) bisa digunakan dalam fashion dengan gaya formal maupun semi-formal, jenis casual (dengan menekankan motif bebas tetapi terlihat rapi) bisa digunakan dalam fashion dengan gaya casual dan gaya sporty.
- Perhatikan panjang ikat pinggang. Panjang ikat pinggang harus sesuaikan dengan ukuran lingkar pinggang. Ukuran lingkar pinggang bisa diukur secara manual dengan meteran dan juga dapat diketahui melalui ukuran celana yang pas saat dikenakan. Contohnya, jika di dalam label celana tertera ukuran 30 x 32 inci (76 x 81 cm), berarti panjang lingkar pinggang adalah 30 inci atau 76 cm. Kemudian tambahkan 5 cm dari ukuran lingkar pinggang. Misalnya ukuran lingkar pinggang 76 cm tambahkan dengan 5 cm menjadi 81 cm, berarti panjang ikat pinggang yang baik digunakan adalah ikat pinggang dengan panjang 81 cm.
- Perhatikan lebar ikat pinggang. Lebar ikat pinggang yang baik digunakan adalah yang memiliki lebar 2,5 sampai 3,8 cm. Selain sangat pas dengan celana, ukuran ini akan memberikan kesan menarik dan mengikuti bentuk tubuh. Ukuran lebar ini juga sudah sesuai standar ukuran tempat ikat pinggang pada celana standar.
- Perhatikan ukuran gesper. Ukuran gesper sebaiknya mengikuti ukuran lebar ikat pinggang terutama saat menggunakan fashion dengan gaya formal. Bila menggunakan gaya casual, gesper biasanya ukurannya lebih besar dari ukuran lebar ikat pinggang, namun tetap tidak terlalu besar atau tidak melebihi dua kali lipat ukuran lebar ikat pinggang.
- Perhatikan jenis gesper. Jenis gesper juga sangat menunjang gaya fashion. Jenis gesper simple dengan pengait dan penahan bergeser cocok digunakan dalam gaya formal. Jenis gemper unik dengan motif gambar atau simbol baik dengan tipe pengait atau anyam sangat cocok digunakan dalam gaya casual. Motif pada gesper juga harus disesuaikan dengan busana yang digunakan.
- Perhatikan warna utama ikat pinggang dan gesper. Warna utama ikat pinggang bisa disesuaikan dengan warna sepatu atau dasi yang dikenakan. Warna gesper bisa disesuaikan dengan warna jam atau aksesoris yang digunakan, bisa juga disesuaikan dengan warna kancing baju. Kesesuaian warna ini akan memberikan kesan fashion yang baik bahkan bisa dikatakan berkelas.
- Perhatikan bahan ikat pinggang. Memilih bahan berkualitas dapat dilihat dari bahan utama ikat pinggang misalnya dari bahan kulit, nilon, atau kanvas. Usahakan pilih ikat pinggang dengan bahan-bahan tersebut kemudian uji kekuatan bahan tersebut dengan melipatnya kemudian lihat adanya keretakan atau tidak. Bila anda tetapkan pilihan pada yang berbahan kulit, bisa melakukan tes sederhana seperti menggorekan kuku pada bahan tersebut, jika goresan timbul buram berarti kulit muda atau masih bagus, bila tak tampak goresan berarti kulit tua atau sudah keras sehingga akan mudah rusak. Selain itu, lihat juga kualitas ikat pinggang dari elastisitasnya, pilihlah yang memiliki elastisitas yang baik. Kualitas suatu ikat pinggang juga tidak serta merta ditentukan oleh merek dagangnya tetapi lihatlah dengan langsung kualitas ikat pinggang tersebut secara teliti. Bahan berkualitas juga menunjukkan kenyamanan saat dipakai dan memberikan ketahanan dalam jangka waktu yang lama jika dilakukan dengan perawatan yang baik. Mempertahankan kualitas bahan ikat pinggang bisa dilakukan dengan perawatan berkala seperti membersihkan atau mencuci bila kotor, ditempatkan pada tempat dengan suhu ruang, menjauhkan dari sinar matahari langsung, tidak melakukan tarikan berlebih pada ikat pinggang, serta hanya digunakan sesuai fungsinya.
Tag :
Lifestyle

Facebook
Twitter
Google+