![]() |
| Patung Titi Banda |
Patung Titi Banda adalah salah satu patung di kota Denpasar yang baru diselesaikan tahun ini. Patung Titi Banda diharapkan menjadi salah satu ikon baru bagi kota Denpasar. Patung ini dibangun di tengah-tengah pertigaan jalan By Pass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra – By Pass I Gusti Ngurah Rai, terutama saat datang dari kawasan timur Bali (Karangasem, Klungkung, Gianyar) akan menuju kawasan Sanur, Nusa Dua, ataupun Tabanan, maka akan melewati Patung Titi Banda ini. Patung ini tampak sangat megah dan indah, bahkan di malam hari dengan sorot lampu yang indah membuat patung ini semakin menarik. Akhir-akhir ini juga, Patung Titi Banda ini banyak dibicarakan wisatawan asing dan lokal yang melewati kawasan ini. Mereka menyatakan keinginan untuk mengunjungi dan berfoto di patung ini. Namun karena letaknya yang sangat berbahaya dengan arus lalu lintas yang padat, para wisatawan pun urung mengunjungi patung ini dan hanya melihat dari kejauhan. Bahkan untuk menyeberang ke area patung sangat sulit dilakukan. Oleh karena itu, pemerintah kota Denpasar berencana untuk membangun underpass di area ini pada tahun 2016.
Patung Titi Banda ini dibuat terinspirasi dari cerita pewayangan Ramayana. Patung Titi Banda ini menceritakan tokoh Sri Rama yang membangun jembatan yang disebut Titi Banda di tengah laut bersama pasukan wanara (kera) yang akan menjemput istrinya yakni Dewi Sita yang menjadi tawanan dari raja Rahwana di negeri Alengka. Dengan semangat membela kebenaran dan gotong royong, maka pasukan kera yang dipimpin oleh Sri Rama akhirnya membuat Titi Banda selesai dibangun.
Dalam patung ini, terdapat Pangeran Rama berdiri dengan gagahnya yang menghadap ke timur dengan didampingi pasukan kera yang berjumlah 18 prajurit, di antaranya merupakan panglima kera seperti Sugriwa, Nala, Anoman, dan Anggada. Pembuatan patung Titi Banda memaknai filosofi etos Ramayana seperti sifat kepemimpinan Sri Rama yang selalu mengedepankan kesejahteraan rakyatnya, membela kebenaran, dan semangat gotong royong yang dimiliki oleh pasukan kera sehingga mampu membangun sebuah jembatan walaupun harus menyeberangi lautan, serta cinta kasih Rama dan Sita.

Facebook
Twitter
Google+