![]() |
| Ilustrasi Anak Diare |
Kondisi tubuh anak yang masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan sangat rentan terserang berbagai penyakit. Salah satu penyakit yang paling sering terjadi pada anak adalah diare. Kejadian diare hampir terjadi pada semua anak di dunia. Diare merupakan suatu kondisi dimana meningkatnya frekuensi BAB, konsistensi feses menjadi cair, dan perut terasa nyeri. Secara praktis dikatakan diare bila frekuensi BAB lebih dari 3 x sehari dengan konsistensi cair. Diare dapat tergolong dalam keadaan akut atau bila terjadi kurang dari 2 minggu. Sedangkan disebut diare kronik bila diare berlangsung lebih dari dua minggu (15 hari).
Banyak hal yang bisa menyebabkan diare diantaranya faktor makanan, faktor mikroorganisme (virus, bakteri, parasit), faktor gangguan organ pencernaan, bahkan juga bisa dari faktor psikologis. Perilaku orangtua juga mengindikasikan terjadinya diare pada anak yaitu tidak memberikan ASI secara penuh untuk 4-6 bulan pertama setelah lahir, menggunakan botol susu yang tidak dibersihkan dengan benar, menyimpan makanan masak pada suhu kamar, menggunakan air minum yang tercemar oleh bakteri yang berasal dari tinja, tidak mencuci tangan sesudah buang air besar, sesudah membuang tinja atau sebelum memasak makanan, dan tidak membuang tinja dengan benar sehingga penyebaran kuman dari tinja meluas. Jika anak sudah terserang diare ada beberapa cara yang bisa dilakukan di rumah yaitu sebagai berikut :
1. Berikan makanan lebih banyak cairan daripada biasanya untuk mencegah dehidrasi
- Gunakan cairan rumah tangga yang dianjurkan seperti larutan oralit, makanan cair (sup, air tajin) dan air matang
- Berikan larutan ini sebanyak anak mau
- Teruskan pemberian larutan ini sampai diare berhenti
2. Beri anak makanan untuk mencegah kekurangan gizi
- Teruskan ASI
- Bila anak tidak mendapat ASI berikan susu formula yang biasa diberikan. Untuk anak kurang dari 6 bulan dan yang belum mendapatkan makanan padat, dapat diberikan susu yang dicairkan dengan air yang sudah dimasak selama 2 hari.
- Bila anak 6 bulan atau lebih atau telah mendapat makanan padat : 1) Berikan bubur atau yang dicampur dengan kacang-kacangan, sayur, daging atau tambahan 1 atau 2 sendok teh minyak sayur tiap porsi. 2) Berikan satu buah pisang yang sudah dihaluskan untuk menambah kalium. 3) Berikan makanan yang bergizi. 4) Dorong anak untuk makan, berikan makanan kurang lebih 6 kali sehari. 5) Berikan makanan yang sama setelah diare berhenti dan berikan makanan tambahan setiap hari selama 2 minggu
3. Bawa anak ke pelayanan kesehatan bila tidak membaik dalam 3 hari dengan ciri-ciri :
- Buang air besar dengan konsistensi cair dan sering berlanjut
- Muntah yang berulang-ulang
- Merasakan sering haus
- Makan atau minum sedikit
- Demam
- Tinja berdarah
Tag :
Health

Facebook
Twitter
Google+