Lakukan Deteksi Dini Untuk Cegah Kanker Serviks

Lakukan Deteksi Dini Untuk Cegah Kanker Serviks
Lakukan Deteksi Dini Untuk Cegah Kanker Serviks

Kanker serviks atau kanker rahim merupakan penyakit yang mengancam wanita bahkan penyakit kanker nomor dua paling banyak membunuh wanita. Kanker serviks dapat menyerang wanita tanpa diketahui gejala awal yang terjadi sehingga baru ditemukan pada penderita stadium lanjut. 

Gangguan menstruasi juga menjadi salah satu gejala yang paling sering dialami penderita. Namun, wanita yang mengalami ketidakteraturan menstruasi tidak selamanya dinyatakan kanker serviks. Meskipun penelitian yang dilakukan pada wanita yang berusia 50 tahun dengan riwayat menstruasi yang tidak teratur memicu kanker pada wanita. Keluhan awal penderita kanker serviks ditemukan pada usia menopause yang mengalami pendararahan.

Selain itu, pada wanita yang belum memasuki usia menopause yang mengalami pendarahan di luar masa menstruasi dan mengalami menstruasi yang berlebihan harus diwaspadai. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pemeriksaan untuk pencegahan dini terjadinya kanker serviks. Kanker serviks memang tidak bisa dikenali hanya dengan terjadinya menstruasi yang tidak teratur, pemeriksaan kesehatan yang dapat mendeteksi adanya kanker serviks penting dilakukan.

Kanker serviks dikatakan juga sebagai the silent killer karena baru dapat diketahui setalah penderita mengalami kanker stadium lanjut. Dengan demikian sangat penting sekali untuk melakukan pencegahan dini dengan menghindari hubungan seks bebas, berganti-ganti pasangan seks, dan merubah gaya hidup menghindari kebiasaan merokok dan minuman beralkohol.

Untuk mendeteksi secara dini adanya kanker serviks, bisa dilakukan dengan serangkaian test seperti berikut :
  1. Test IVA
  2. Test Inpeksi Visual dengan Asam Asetat merupakan salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks yang mudah dilakukan. Pemeriksaan ini dengan menggunakan pemulasan asam asetat 3-5% pada leher serviks dan hasilnya dapat disimpulkan dalam waktu 5 menit.

  3. Test Pap Smear
  4. Test yang lebih akurat dari test IVA meskipun demikian produser pemeriksaan sangat rumit. Pada pemeriksaan pap smear dilakukan pengambilan sel sel serviks melalui daerah serviks sehingga hasil usapan yang berisi sel serviks nantinya diperiksa dan baru dapat ditemukan hasilnya pada jarak waktu 1-2 minggu setelah dilakukan test.

  5. Test LBC
  6. Salah satu test yang dapat dilakukan untuk kanker serviks adalah Liquid Based Cytology. Sel sel yang diambil dan juga dioles pada kaca objek. Pada test LBC hasil usapan akan dimasukan ke dalam botol yang berisikan cairan khusus sehingga tidak ada sel terbuang. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan di bawah mikroskop. Apabila dibandingkan dengan pap smear ,test LBC memiliki tingkat kearutan yang lebih tinggi.

  7. Test HPV
  8. Test HPV dapat dilakukan bersamaan dengan test LBC atau Test Pap. Test HPV untuk mengetahui virus yaitu HPV yang menandakan bahwa seorang menderita infeksi yang HPV sehingga berpotensi risiko kanker serviks lebih besar pada penderita. Pemeriksaan untuk mendeteksi dini kanker serviks dapat dilakukan ketika usia 21 tahun atau sudah aktif secara seksual.Pemeriksaan rutin dapat dilakukan apabila hasilnya normal maka pemeriksaan dilakukan setiap 3 tahun sekali akan tetapi apabila diketahui terjadi masalah maka pemeriksaan lebih rutin dapat dilakukan.
Tag : Health
Back To Top