![]() |
| Permasalahan Sampah di Pariwisata Bali |
Pulau Bali baru saja mendapatkan penghargaan bergengsi dari majalah Travel + Leisure yang menempatkan pulau Bali sebagai pulau wisata terbaik kedua di dunia sepanjang tahun 2015. Bali hanya kalah dari Galapagos di Ekuador. Prestasi ini tentunya sangat membanggakan Indonesia sebagai salah satu negara dengan mengedepankan destinasi wisata.
Namun, penghargaan ini jangan sampai melupakan berbagai masalah pariwisata yang belum terselesaikan di pulau ini. Permasalahan yang masih mencuat adalah sampah dan kemacetan. Masalah-masalah ini bisa saja menghambat perkembangan pariwisata di pulau Bali. Oleh karena itu, pelaku industri pariwisata di Bali diharapkan untuk ikut menjaga Bali, baik dari segi kebersihan maupun tatanan lainnya.
Untuk masalah kemacetan yang sering dikeluhkan wisatawan adalah masih terkait dengan pengelolaan infrastruktur dan tatanan pariwisata di Bali. Pariwisata Bali masih berat sebelah alias menumpuk pada satu tempat. Penumpukan ini tidak didukung dengan akses jalan yang terkoordinasi dengan baik sehingga menimbulkan macet. Diharapkan ada solusi untuk mengatasi kemacetan ini yang sudah berlarut-larut terjadi, khususnya di daerah Bali Selatan.
Sedangkan mengenai masalah sampah, dihimbau juga kepada penggerak pariwisata Bali baik itu pemerintah, pengelola, maupun wisatawan agar dapat menjaga kebersihan tempat wisata di Bali yang mengedepankan keasrian dan kebersihan. Bahkan sepanjang tahun 2015, banyak wisatawan yang malah merusak lingkungan pariwisata dengan membuang sampah sembarangan. Oleh karena itu, suatu saat diharapkan perlu adanya peraturan yang tegas agar hal seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari sehingga semboyan Bali Clean and Green benar-benar terwujud.

Facebook
Twitter
Google+