Rio Haryanto dan tim Manor Racing di F1 2016

Rio Haryanto, pembalap Formula 1 asal Indonesia akan bergabung dengan tim Manor Racing di ajang F1 2016. Manor Racing kepincut dengan Rio Haryanto setelah Rio sempat menguji mobil Manor. Hal ini terjadi setelah balapan terakhir di ajang GP2, Rio mendapat kesempatan untuk menguji ban Pirelli dengan mobil Manor F1 bermesin Ferrari 059/3 menggunakan sasis MR03B di sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 1 Desember 2015. Rio mampu melahap 56 lap pada sesi pagi hari dengan catatan waktu terbaik 1:49.593 detik. Seperti dikutip dari Autosport, dari 16 pembalap yang mengikuti tes, Rio berada posisi ke-15. Rio hanya unggul atas pembalap Inggris, Jordan King, yang berada di posisi buncit dengan catatan waktu terbaik 1 menit 49,661 detik. Sedangkan catatan waktu tercepat diraih pebalap GP2, Stoffel Vandoorne, yang menjadi pebalap tes McLaren dengan catatan waktu 1 menit 44,103 detik.

Mobil MRT05 (Manor Racing) : Tunggangan Rio Haryanto di F1 2016

Tim ini sebelumnya hanya melintas di ajang Formula Renault. Prestasi Manor di ajang Formula Renault terhitung moncer. Manor meraih kemenangan pada 1991, 1994, 1995, 1997 dan 2000. Enam belas tahun lalu, Manor tampil di ajang Formula 3 dan keluar sebagai juara melalui Kimi Raikkonen. Pada 12 Juni 2009, Federasi balap mobil internasional (FIA) mengesahkan tim ini berlaga di F1 2010. Tim ini dulu bernama Marussia F1 atau Manor Grand Prix sebelum menyandang nama Marussia Formula One Team. Kemudian, di 2011 tim ini berganti nama menjadi Virgin Racing setelah produsen otomotif Rusia membeli mayoritas saham pengusaha Inggris, Richard Branson. Manor ketika itu menjadi tim kedua asal Rusia setelah Midland F1 Racing.

Sepanjang sejarah di F1, Manor menjadi tim yang mampu melahirkan dua juara dunia F1. Kimi Raikkonen dan Lewis Hamilton sempat memperkuat Manor di Formula Renault. Raikkonen, pembalap asal Finlandia ini merebut juara pada 1999. Raikkonen yang kini memperkuat Ferrari ini juga menjadi bagian Manor pada 2000. Di tahun tersebut, Raikkonen mampu merebut juara Formula Renault Inggris. Kemudian, Hamilton menjadi bagian Manor selama rentang 2001 hingga 2004. Hamilton menjadi juara Formula Bahrain pada 2004 setahun setelah merebut gelar di ajang Formula Renault Inggris. Hamilton meninggalkan Manor pada 2005.

Duka besar menyelimuti Marussia pada Oktober 2014, pembalap mereka, Jules Bianchi mengalami kecelakaan fatal di GP Jepang yang berlangsung di sirkuit Suzuka. Mobil yang dikendarai Bianchi menabrak crane ketika mengevakuasi mobil lainnya. Pembalap asal Prancis ini mengalami luka parah di kepala. Setelah di rawat beberapa bulan, Bianchi akhirnya menghembuskan napas terakhir. Dari kecalakaan tersebut, penggunaan kanopi di F1 mulai ramai menjadi wacana untuk melindungi pembalap dari kecelakaan seperti ini. Peristiwa serupa juga sempat menimpa pembalap wanita Maria d'Vilotta. Pada 3 Juli 2012, de Villota menabrak truk ketika sedang melakukan tes garis lurus di sirkuit Duxford Aerodome. Karena kecelakaan ini de Villota harus kehilangan satu matanya.

Krisis keuangan yang membelit Manor membuat mereka gagal mengikuti tiga balapan di musim 2014. Sedikitnya, 200 karyawan tim di-PHK manajemen. Seluruh aset tim dilelang antara lain mobil tanpa mesin, truk operasional, peralatan balapan, suku cadang, bangunan kantor hingga komputer. Lelang aset tersebut berlangsung 16 hingga 17 Desember 2014 lalu setelah kantor Marussia ditutup di Bandbury, Inggris. Namun keajaiban tiba-tiba datang, yakni 'wirausahawan terbaik 2014' dari Inggris, Stephen Fitzpatrick yang menyelamatkan Manor. Pengusaha di bidang Migas ini menebus Manor dari pengadilan niaga Inggris sebesar 500 ribu poundsterling (Rp 9,6 milliar). Guna menghidupi tim, Fitzpatrick menggelontorkan dana sebesar 30 juta poundsterling (Rp 581 miliar).
Tag : F1, Olahraga
Back To Top