Banyak orang yang sudah belajar dengan giat namun belum mampu memahami pelajaran yang dipelajari. Banyak yang beranggapan itu karena memang tidak mampu. Beberapa ahli beranggapan berbeda, faktor penyebab kegagalan dalam belajar yang paling banyak adalah rasa malas dan cara belajar yang salah.
Untuk mengatasi rasa malas bisa lihat pada artikel Cara Untuk Mengatasi Rasa Malas. Berikut dijelaskan strategi atau tehnik belajar yang efektif dan efisien agar hasil belajar lebih memuaskan :
- Pilih Waktu Belajar Yang Baik.
- Gunakan Tempat Favorit Dengan Suasana Tenang.
- Utamakan Pemahaman.
- Fokus.
- Mengulang Kembali Materi Yang Didapat.
- Membuat Rangkuman/Resensi Pelajaran.
- Membuat Catatan Penting.
- Asupan Nutrisi.
- Istirahat.
- Belajar Berkelompok.
Banyak ahli menyarankan belajar ketika pagi hari karena hal ini tidak lepas dari keadaan otak yang masih fresh dan belum mendapat materi apapun. Hal ini memungkinkan untuk dapat menangkap pelajaran dengan jauh lebih baik. Belajar pada waktu pagi hari memang sudah banyak dibuktikan hasilnya oleh banyak anak. Adapun waktunya harus bisa diperkirakan antara waktu bangun dengan waktu yang harus disiapkan untuk berangkat ke sekolah. Misalnya harus sudah berangkat pada pukul 6.30, maka paling tidak harus bangun kurang dari jam 6 dan harus sudah selesai pukul 6 untuk kemudian mandi dan bersiap-siap. Waktu yang cukup ideal mungkin bisa dibiasakan untuk bangun paling tidak jam 5 pagi, lebih pagi lebih baik namun juga jangan kepagian, bisa-bisa malah mengantuk di sekolah.
Tempat favorit dengan suasana tenang adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memahami materi yang sedang dipelajari. Dengan tempat dan suasana yang tenang, maka akan meningkatkan konsentrasi otak untuk lebih fokus terhadap apa yang sedang dipelajari.
Banyak orang yang beranggapan bahwa belajar itu adalah menghafal, hal ini sungguh anggapan yang kurang tepat. Karena seharusnya bukan menghafal, yang terpenting adalah harus paham materinya. Mereka yang beranggapan seperti ini tidak sepenuhnya salah, karena model pendidikan yang ada di Indonesia memang telah membiasakan pelajar untuk lebih banyak menghafal daripada memahami. Peran pengajar disini perlu menjelaskan kepada anak didik akan pentingnya harus mengerti dan paham bukan sekedar hafal, karena itu akan berguna di masa yang akan datang. Untuk memahami lebih dalam, bisa dilakukan dengan pengembangan materi dengan cara yang dipilih sendiri misalnya dengan menonton video pembelajaran, dengan skema, dan lain sebagainya.
Fokus pada salah satu hal yang cukup penting untuk dilakukan agar tidak memecah konsentrasi berpikir dan menghindari kebingunan pada otak. Jika harus mempelajari beberapa pelajaran pada hari yang sama, maka cobalah untuk selesaikan satu persatu dengan beri jeda waktu otak untuk beristiharat sehingga bisa tetap fokus.
Cara yang ini terlihat sederhana dan mungkin sudah banyak yang tahu bahwa salah satu memahami pelajaran yang didapat adalah dengan mengulang kembali materi yang didapat. Ini dimaksudkan agar semakin memperdalam memori agar tidak cepat lupa.
Cara belajar selanjutnya adalah dengan membuat sebuah ringkasan dari masing-masing pelajaran. Karena hal ini adalah ringkasan, maka cukup dengan membaca kembali materi yang didapat, lalu menuliskan di satu buku khusus untuk belajar yang isinya catatan-catatan penting dari setiap materi pelajaran. Contohnya: Jika pelajaran Matematika, maka yang dirangkum adalah rumus-rumusnya, pelajaran IPA dirangkum istilah-istilah yang ada di pengetahuan alam, Bahasa Inggris dirangkum vocab/kata-kata sukar yang masih belum hafal, dan lain sebagainya.
Buatlah catatan yang jelas dan menarik menurutmu, bila perlu tambah sedikit gambar agar tertarik untuk membacanya. Catatan ini bertujuan untuk mengingatkan akan sesuatu yang penting dari setiap materi yang didapat. Usahakan catatan kecil ini dapat menjelaskan ketika sewaktu-waktu akan membuka kembali pelajaran yang dahulu.
Banyak orang mengabaikan akan pentingnya asupan nutrisi bagi daya pikir otak. Sebagian orang malas untuk makan dengan alasan terburu-buru ataupun sudah menjadi kebiasaan. Ubah kebiasaan buruk tersebut dengan siapkan diri untuk makan, paling baik adalah membiasakan sarapan sebelum belajar. Usahakan nutrisinya terpenuhi dengan baik pada saat makan. Hal ini akan membantu nutrisi pada otak sehingga bisa menangkap materi pelajaran dengan lebih baik.
Belajar bukanlah kegiatan yang dapat dilakukan secara terus menerus. Otak juga memiliki keterbatasan untuk bekerja sehingga memerlukan waktu istirahat jika sudah merasa lelah. Adapun belajar yang cukup ideal bisa dilakukan antara 1-2 jam. Jika lebih dari itu maka istirahat sejenak atau tidur. Ini akan membantu otak untuk merecovery daya pikir. Bahkan belajar yang terlalu lama dapat menyebabkan pusing bahkan stres. Diri sendiri yang lebih tahu seberapa lama otak mampu belajar, artinya masing-masing orang memiliki kemampuan yang berbeda dan lebih tahu kapan waktunya beristirahat.
Cara yang satu ini hanya mau dilakukan oleh sebagian orang, karena sebagian yang lain memilih untuk bermain daripada meluangkan waktu untuk belajar kelompok. Padahal jika dilakukan sangat memberikan manfaat yang sangat besar untuk mengingat kembali materi yang sudah didapat agar tidak lupa dan dengan belajar kelompok, seseorang dapat bertukar pikiran serta membahas persoalan yang selanjutnya dapat dipecahkan secara bersama-sama.
Tag :
Lainnya,
Pendidikan

Facebook
Twitter
Google+