Berhenti Gunakan Kosmetik Yang Berbahaya

Berhenti Gunakan Kosmetik Yang Berbahaya
Kosmetik

Masyarakat sering kali dihadapkan dengan berbagai pilihan. Salah satunya adalah pilihan pemakaian kosmetik. Di pasaran berbagai ragam kosmetik ditawarkan, ada yang murah dan mahal, ada yang aman dan juga yang berbahaya. Masyarakat sebagai konsumen sering keliru dalam menentukan kualitas kosmetik yang hanya dilihat dari segi harga dan merek, sedangkan kurang melihat bahaya pemakaian kosmetik tersebut bagi kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, salah satunya timbulnya berbagai penyakit kronis seperti kanker. Untuk mengantisipasi hal tersebut, di bawah ini beberapa cara untuk memilih kosmetik yang aman bagi kesehatan :
  1. Terdaftar dengan jelas di BPOM RI, lihat kode BPOM RI pada label produk dan bandingkan di website resmi list produk BPOM RI, agar produk tersebut diketahui secara legal mendapat lisensi BPOM RI.
  2. Hati-hati barang palsu, bedakan dengan melihat kemasan, isi, dan efek setelah digunakan.
  3. Bila merasakan gatal, pusing, bentol, maupun kemerahan pada kulit setelah pemakaian, segera hentikan pemakaian. Kemungkinan kosmetik mengandung zat berbahaya.
  4. Pilihlah kosmetik yang jelas komposisinya dan cek dari daftar komposisi tersebut tidak ada zat yang berbahaya. Untuk daftar zat yang berbahaya bagi kesehatan bisa lihat di website resmi BPOM RI.
  5. Hindari memilih kosmetik berdasarkan merek dagang, karena kualitas kosmetik bukan ditentukan dari merek tetapi dari kandungan zat di dalamnya. Beberapa kosmetik impor juga telah terbukti mengandung zat berbahaya.
  6. Berhati-hati membeli produk kosmetik online karena barang yang dipesan belum tentu keasliannya.
  7. Melakukan uji sendiri terhadap kosmetik untuk mengetahui kandungan zat berbahayanya tidak disarankan, karena pengujian sendiri bisa salah tafsir. Pengujian sederhana contohnya pengujian dengan logam emas belum bisa menunjukkan kandungan zat dalam kosmetik. Pengujian kandungan zat dalam kosmetik hanya bisa dilakukan dengan alat contohnya Mercury analyzer untuk pengujian kandungan mercury dalam kosmetik. Metodenya pun tidak mudah dan harus melalui beberapa tahapan.
  8. Bila masih ragu dengan kosmetik yang akan dipilih, bisa konsultasikan lebih jelas ke BPOM RI (Hotline BPOM RI : 1500533) atau ke pelayanan skin care. 
Banyaknya peredaran kosmetik yang berbahaya akan sangat merugikan konsumen. Salah satu faktor berkembangnya kosmetik berbahaya ini adalah tidak telitinya konsumen saat membeli produk tersebut. Semoga informasi di atas bisa menambah pengetahuan konsumen dalam mencegah penggunaan kosmetik yang berbahaya bagi kesehatan.
Tag : Health, Lifestyle
Back To Top