![]() |
| Cara Melakukan Perawatan Payudara Pada Masa Menyusui |
Sebelumnya telah dijelaskan tentang Cara Melakukan Perawatan Payudara Pada Masa Kehamilan, yang bertujuan untuk mempersiapkan ibu dalam menghadapi masa menyusui. Namun, seringkali ibu-ibu tidak memperhatikan payudara bahkan jarang melakukan perawatan sehingga payudara tidak siap untuk menyusui. Seringkali masalah yang ditemui adalah putting masuk ke dalam dan bahkan ada pula ASI tidak keluar.
Jika puting susu masuk ke dalam dan pada perawatan payudara pada masa kehamilan puting susu tidak berhasil keluar, maka ada cara lainnya yakni ditolong dengan menggunakan alat yang disebut tepel hoed. Alat ini digunakan pada puting susu yang terlalu besar atau lecet. Pada puting susu yang lecet bisa diberi zalf lanolin, gentian violet ditutup dengan kain kasa, dimana sebelum meneteki payudara harus dicuci/dibersihkan dulu.
Tujuan dari perawatan payudara pada masa menyusui adalah untuk melancarkan sirkulasi darah, mencegah tersumbatnya saluran susu sehingga memperlancar pemberian ASI, menghindari penyulit saat menyusui seperti putting susu lecet, asi tidak lancar berproduksi dan pembengkakan payudara.
Setelah berhasil melakukan cara menyusui dengan benar, perlu dilakukan perawatan agar ASI dan payudara tetap dalam kondisi yang diharapkan. Untuk menjaga payudara tetap bersih dan kering (terutama puting susu) dapat melakukan cara berikut :
- Menggunakan BH yang menyokong payudara.
- Apabila puting susu lecet oleskan colostrum atau ASI yang keluar pada sekitar puting susu setiap kali selesai menyusui, menyusui tetap dilakukan dimulai dari puting susu yang tidak lecet. Jangan mengoleskan krim, minyak, alcohol, atau sabun pada puting susu.
- Apabila lecet sangat berat dapat diistirahatkan selama 24 jam untuk menghilangkan rasa nyeri pada payudara ibu. ASI dikeluarkan dan diminumkan dengan menggunakan sendok.
- Apabila payudara bengkak akibat bendungan ASI, lakukan : pengompresan payudara menggunakan kain basah dan hangat selama 5 menit, urut payudara dari arah pangkal menuju puting susu, keluarkan ASI sebagian dari bagian depan payudara sehingga puting susu menjadi lunak, susukan bayi setiap 2-3 jam, apabila tidak dapat menghisap ASI sisanya dikeluarkan dengan tangan.
- Letakkan kain dingin pada payudara setelah menyusui.
- Lakukan perawatan payudara pada masa menyusui dimulai dari sedini mungkin yaitu 1-2 hari setelah bayi dilahirkan dan dilakukan 2 kali sehari.
Cara melakukan perawatan payudara pada masa menyusui adalah sebagai berikut :
- Mengkompres kedua puting susu dan areola (bagian hitam sekitar puting) dengan kapas/kain berisi air hangat kira-kira 3 menit.
- Olesi kedua tangan dengan baby oil.
- Lakukan teknik Massage :
- Tekan 2-4 jari ke dinding dada, buat gerakan melingkar pada satu titik di area payudara (dilakukan 20-30 kali).
- Setelah beberapa detik pindah ke area lain dari payudara, dapat mengikuti gerakan spiral mengelilingi payudara ke arah puting susu atau gerakan lurus dari pangkal payudara ke arah puting susu (dilakukan 20-30 kali).
- Lakukan teknik Stroke :
- Mengurut dari pangkal payudara sampai ke puting susu dengan jari-jari atau telapak tangan.
- Lanjutkan mengurut dari dinding dada ke arah payudara di seluruh bagian payudara.
- Ini akan membuat ibu lebih rileks dan merangsang pengaliran ASI (hormon oksitosin).
- Lakukan teknik Shake (goyang) : Dengan posisi condong ke depan, goyangkan payudara dengan lembut, biarkan gaya tarik bumi meningkatkan stimulasi pengaliran.
- Kompres payudara dengan air hangat 5 menit dan dibilas dengan air dingin.
![]() |
| Teknik Massage 1 |




Facebook
Twitter
Google+