![]() |
| Masalah-Masalah Pada Bayi Saat Menyusui dan Solusinya |
Kegagalan dalam proses menyusui sering disebabkan karena timbulnya beberapa masalah, baik masalah pada ibu maupun pada bayi. Masalah ini akan mengakibatkan tidak tercapainya tujuan menyusui yaitu pemberian ASI. Oleh karena itu, berikut penjelasan masalah-masalah pada bayi saat menyusui dan solusinya :
- Bayi sering menangis Perhatikan sebab bayi menangis, jangan biarkan bayi menangis terlalu lama, puaskan menyusu. Sebab bayi menangis adalah bayi merasa tidak aman, bayi merasa sakit, bayi dalam keadaan basah, ataupun bayi kurang gizi. Solusi yang perlu dilakukan ibu adalah : ibu tidak perlu cemas, karena akan mengganggu proses laktasi, perbaiki posisi menyusui, periksa pakaian bayi : apakah basah, jangan biarkan bayi menangis terlalu lama.
- Bayi bingung puting Bayi bingung puting (nipple confusion) adalah keadaan yang terjadi karena bayi mendapat susu formula dalam botol berganti-ganti dengan menyusu pada ibu. Terjadi karena mekanisme menyusu pada puting berbeda dengan botol. Tanda-tanda : mengisap puting seperti menghisap dot, menghisap terputus-putus dan sebentar, bayi menolak menyusu. Solusi yang perlu dilakukan ibu adalah : perbaiki posisi dan sabar memberi ASI dengan pola sering walau pendek-pendek waktunya serta jangan mudah memberi PASI, jika terpaksa berikan dengan sendok atau pipet.
- Bayi prematur Bayi prematur adalah bayi yang lahir kurang cukup bulan. Untuk menyusui bayi prematur bisa dengan pola sering,walau pendek-pendek, rangsang dengan sentuh langit-langit bayi dengan jari ibu yang bersih, jika tidak dapat menghisap berikan dengan pipa nasogastrik, tangan, dan sendok.
- Uraian sesuai dengan umur bayi :
- Bayi umur kehamilan < 30 minggu : BBL < 1250 gram. Biasanya diberi cairan infuse selama 24-48 jam. Lalu diberikan ASI menggunakan pipa nasogastrik.
- Usia 30-32 minggu : BBL 1250 – 1500 gram. Dapat menerima ASI dari sendok, 2 kali sehari, namun masih menerima makanan lewat pipa, namun lama kelamaan makanan pipa makin berkurang dan ASI ditingkatkan.
- Usia 32-34 minggu : BBL 1500-1800 gram. Bayi mulai menyusui langsung dari payudara namun perlu sabar.
- Usia > 34 minggu : BBL > 1800 gram. Mendapatkan semua kebutuhan dari payudara.
- Bayi kuning Pencegahan : segera menyusui setelah lahir, dan jangan dibatasi atau susui sesering mungkin. Berikan bayi kolostrum, kolostrum mengandung purgatif ringan, yang membantu bayi untuk mengeluarkan mekonium. Bilirubin dikeluarkan melalui feses, jadi kolostrum berfungsi mencegah dan menghilangkan bayi kuning.
- Bayi kembar Bila Ibu optimis ASI nya cukup, menyusui dengan football position, susui pada payudara dengan bergantian untuk variasi bayi, dan kemampuan menghisap mungkin berbeda.
- Bayi sakit Tidak ada alasan untuk menghentikan pemberian ASI. Untuk bayi tertentu seperti diare, justru membutuhkan lebih banyak ASI untuk rehidrasi. Yakinkan ibu bahwa alam telah menyiapkan air susu bagi semua makhluk, sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu semua ibu sebenarnya sanggup menyusui bayi dengan kebutuhan ASI nya.
- Bayi sumbing Bayi tidak akan mengalami kesulitan menyusui, cukup dengan berikan posisi yang sesuai untuk sumbing pallatum molle (langit-langit lunak) dan pallatum durum (langit-langit keras). Manfaat menyusui bagi bayi sumbing adalah melatih kekuatan otot rahang dan lidah, memperbaiki perkembangan bicara, mengurangi resiko terjadinya otitis media. Untuk bayi dengan palatoskisis (celah pada langit-langit) lakukan menyusui dengan posisi duduk, puting dan areola pegang saat menyusui, ibu jari ibu digunakan sebagai penyumbat lubang. Kalau mengalami labiopalatoskisis, berikan ASI dengan sendok, pipet, dot panjang
- Bayi dengan lidah pendek (Lingual Frenulum) Keadaan ini jarang terjadi, dimana bayi mempunyai jaringan ikat penghubung lidah dan dasar mulut yang tebal dan kaku, sehingga membatasi gerak lidah, dan bayi tidak dapat menjulurkan lidah untuk menangkap puting. Cara menyusuinya adalah Ibu membantu dengan menahan kedua bibir bayi segera setelah bayi dapat menangkap puting dan areola dengan benar.
- Bayi yang memerlukan perawatan Ibu ikut dirawat supaya pemberian ASI bisa dilanjutkan. Seandainya tidak memungkinkan, ibu dianjurkan untuk memerah ASI setiap 3 jam dan disimpan di dalam lemari / kulkas untuk kemudian sehari sekali diantar ke rumah sakit. Perlu ditandai pada botol adalah waktu ASI tersebut ditampung, sehingga dapat diberikan sesuai jam nya.

Facebook
Twitter
Google+